Senin, 13 Juli 2015

Oh. Ok.

Anda, orang yang dulu..
Setiap kali kita berbicara kita tahu bahwa disitu ada celah, sudah tau ada celah, kita malah sibuk menata batu bata ego, berlomba-lomba siapa yang paling tinggi bisa membangunnya.

Bangga?
Sudah cukup bahagia kah?

Aku, ntah anda merasakannya apa tidak setiap kali kita berbincang, berasa berbicara dengan orang yang berbeda?
pernah cari tau kenapa itu bisa terjadi?

Anda, beberapa kali mengatakan secara gamblang 'kamu baper'...

baik, apalagi?

'kamu konyol'....
'masak kaya gitu harus aku jelasin juga sih'
'ya itu artinya mungkin engga ada untungnya orang berteman dengan kamu'
'tukang ngambek'
'ga jelas'
'dia cemburu kali..'

baik ada lagi?
Kalau ditantang begitu mungkin semua kalimatmu bisa jadi 1 jilid laporan.
HA!

kalimat yang digarisbawahi dan di bold adalah perkaranya.
Baik, itu adalah hak anda.
Tapi ada beberapa hal yang perlu anda tahu:

1. You never walk on my shoes, so dont judge me like that.

2. I don't get jealous. kalau anda lebih merasa nyaman bercerita ataupun bertanya tentang apapun ke orang lain, saya tidak pernah merasa iri atau cemburu, karna saya tahu itu hak anda.
Mungkin saya yang salah percaya dan bercerita kepada orang yang salah. anggaplah seperti itu. Seperti yang anda bilang "nggak, aku ngga pernah deket sama dia.."
Baik, anggap dan jalankanlah seperti itu. Mungkin saya yang salah menganggap kamu adalah pendengar yang baik. Sungguh...

3. Saya ngga marah. Saya hanya kecewa. Kalau anda menganggap ini hanya bercandaan, silahkan anda anggap seperti itu, itu hak anda. Begitupula dengan saya. Kalau saya sempat memasukan ini kedalam hati, maafkalnlah karna jujur setiap melihat wajahmu yang tergambar adalah seluruh omongan yang sangat teramat menyebalkan.

Ternyata saya yang salah, 
Anda tak berbeda dengan yang lain..
Datanglah saat sedih, perlu dan ingin berkeluh kesah, lalu pergilah..
pakailah alasan lupa, singkirkan semua kata pertemanan.

Sayang memang kalau harus melupakan angin-angin baik yang sudah ada selama ini..
Sayang juga, saya tidak pernah mengerti caramu..
Kalau memang sudah tidak saling nyaman, percaya, sudahlah..
Setidaknya mungkin saya pernah membuat kamu tersenyum :)
Mungkin..